Kisah Sayap Malaikat yang Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi
Ketika Rasulullah SAW melakukan
perjalanan Isra. Mi'raj ke Sidratul Muntaha, terdapat satu malaikat yang
enggan menghormati kedatangan Rasulullah SAW. Akibatnya ia dihukum,
kedua sayapnya dipatahkan dan diasingkan di atas gunung.

Diasaingkan di Atas Gunung
Keberadaan
malaikat yang dihukum tersebut diketahui oleh Rasulullah SAW saat
mendapatkan laporan dari Malaikat Jibril as. Kepada beliau, Malaikat
Jibril berkata,
"Ya Rasulullah SAW, aku telah melihat ada seorang
malaikat langit berada di atas singgasananya. Di sekitarnya terdapat
70.000 malaikat berbaris melayaninya. Pada setiap hembusan nafasnya,
Allah SWT menciptakan darinya seorang malaikat. Dan sekarang ini kulihat
malaikat itu berada di atas Gunung Qaaf dengan sayapnya yang patah dan
sedang menangis."
Malaikat
Jibril lantas mengatakan bahwa suatu hari malaikat yang malang itu
melihat kehadiran Malaikat Jibril. Sambil menangis, malaikat itu meminta
pertolongan.
"Adakah engkau mau menolongku wahai Jibril?" tanya malaikat malang tersebut.
"Ketika aku berada di atas singgasana pada malan Israk Mikraj, lewatlah padaku Muhammad, kekasih Allah SWT. Lalu aku tidak berdiri menyambutnya dan Allah menghukumku dengan hukuman ini, serta menempatkanku di sini seperti yang engkau lihat," jelas malaikat malang itu yang terus menerus menangis dan menyesali perbuatannya.
Setelah menangkap penjelasan itu, Malaikat Jibril pun mencoba untuk memberikan pertolongan dengan merendahkan diri di hadapan Allah SWT. Maka Allah SWT berfirman,
"Hai Jibril, katakanlah agar dia membaca shalawat atas kekasihKu, Muhammad SAW."
Kemudian Malaikat Jibril menyampaikah hal itu kepada malaikat malang tersebut agar membaca shalawat kepada Rasulullah SAW. Sesuai dengan perintah Jibril, malaikat malang tersebut langsung membaca shalawat kepada Baginda Nabi Muhammad SAW hingga akhirnya Allah SWT memberikan ampunan kepadanya.
Allah SWT kemudian menumbuhkan kembali kedua sayapnya serta menempatkannya kembali di atas singgasananya.
Sebagai orang muslim, sudah seharusnya kita memperbanyak shalawat kepada Baginda Rasulullah SAW. Selain sebagai bukti cinta kita kepada beliau, bacaan shalawat juga bernilai pahala serta memiliki banyak sekali keutamaan.
Bahkan dalam Al Qur'an, Allah SWT telah memerintahkan agar kita senantiasa membaca shalawat.
Allah SWT berfirman,
إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا
Artinya:
"Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi[1229]. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya[1230]."
Penjelasan:
[1229] Bershalawat artinya: kalau dari Allah berarti memberi rahmat: dari Malaikat berarti memintakan ampunan dan kalau dari orang-orang mukmin berarti berdoa supaya diberi rahmat seperti dengan perkataan:Allahuma shalli ala Muhammad.
[1230] Dengan mengucapkan Perkataan seperti:Assalamu'alaika ayyuhan Nabi artinya: semoga keselamatan tercurah kepadamu Hai Nabi.
0 Response to "Kisah Sayap Malaikat yang Dipatahkan dan Diasingkan di Bumi"
Posting Komentar